Pencarian Spesifik

IDR 0 hingga IDR 50.000.000.000

Opsi Pencarian Lebih Lanjut
Kami menemukan 0 hasil. Lihat hasil
Pencarian Spesifik

IDR 0 hingga IDR 50.000.000.000

Opsi Pencarian Lebih Lanjut
kami menemukan 0 hasil
Hasil pencarian Anda

Ini Perbedaan KPR Syariah, KPR Bank Syariah & Konvensional

Diposting oleh PropertiRumah.id pada 8 Februari 2018
| 0

Saat ingin memiliki properti, tentunya Anda akan bersinggungan dengan transaksi baik tunai maupun cicilan. Jika menggunakan cicilan maka biasanya menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, ada beberapa jenis KPR yang ada yaitu KPR Syariah, KPR Bank Syariah dan KPR Bank Konvensional. Apa perbedaan ketiganya?

Sebelumnya, kami telah membahas tentang keunggulan dari KPR dengan sistem syariah. Selanjutnya, akan dijelaskan beberapa aspek yang perlu ditinjau dalam memahami ketiga jenis KPR tersebut, diantaranya:

Pihak yang Melakukan Transaksi

  • KPR Syariah antara dua pihak yaitu developer dan pembeli properti rumah
  • KPR Bank Syariah antara tiga pihak yaitu developer, pembeli, dan bank
  • Sedangkan KPR Bank Konvensional diantara tiga pihak yaitu developer, pembeli dan bank

Yang perlu dicermati adalah transaksi KPR baik itu yang menggunakan bank konvensional maupun bank syariah, apakah transaksi jual beli atau sistem pendanaan dari bank. Jika jual beli maka hukumnya halal sedangkan pendanaan dari bank hukumnya haram.

Barang Jaminan

  • KPR Syariah pada umumnya properti yang diperjualbelikan / kredit tidak menjadi jaminan
  • KPR Bank Syariah biasanya properti yang diperjualbelikan / kredit menjadi jaminan
  • KPR Bank Konvensional biasanya properti / rumah yang diperjualbelikan juga menjadi jaminan

Disini ada perbedaan cara pandang (ikhtilaf) para ulama tentang apakah barang yang diperjualbelikan dapat dijadikan jaminan atau tidak. Para developer KPR Syariah biasanya berpendapat bahwa properti / rumah yang dalam kondisi diperjualbelikan / kredit tidak boleh dijadikan jaminan.

Sistem Denda

  • Untuk sistem denda, Kredit Pemilikan Rumah sistem syariah tidak ada
  • KPR Bank Syariah mengenakan denda
  • KPR Bank Konvensional juga ada sistem denda

Untuk kredit pemilikan rumah syariah tidak diperbolehkan mengenakan denda apabila terjadi keterlambatan pembayaran cicilan. Ini karena termasuk dalam riba. Jual beli sistem kredit pada sejatinya adalah hutang piutang.

Apabila harga sudah terjadi akad (kesepakatan antara kedua belah pihak), maka tidak boleh ada yang mengambil kelebihan / manfaat sedikit pun, termasuk denda, biaya administrasi, maupun infaq sekalipun. Sejatinya itu adalah mengambil manfaat dari hutang piutang dan disebut sebagai riba.

Sistem Sita

  • Pada sistem kredit kepemilikan rumah syariah, tidak ada penyitaan
  • KPR Bank syariah tidak ada penyitaan
  • KPR Bank konvensional terdapat sistem sita

Di kredit pemilikan rumah sistem syariah tidak diperbolehkan untuk melakukan penyitaan jika pembeli sudah tak dapat membayar cicilan lagi. Kenapa? Karena properti / rumah tersebut sejatinya sudah menjadi milik pembeli meskipun statusnya masih kredit.

Lalu, bagaimana jika tak sanggup membayar cicilan? Solusinya adalah pembeli ditawarkan untuk menjual kembali properti / rumah tersebut, baik dilakukan oleh pembeli langsung maupun oleh pihak developer.

Jadi, contoh kasus. Jika terdapat sisa hutang sekitar 100 juta rupiah, lalu properti / rumah terjual seharga 300 juta rupiah. Maka, pemilik rumah tersebut membayarkan sisa hutangnya yang 100 juta sedangkan sisanya 200 juta sudah menjadi hak pembeli.

Sistem Penalti

  • Di sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah tidak mengenal penalti
  • Pada KPR Bank Syariah tidak ada penalti
  • Pada KPR Bank konvensional terdapat penalti

Apabila pembeli properti melakukan percepatan pelunasan pembayaran, sebagai contoh tenor 10 tahun, lalu di tahun ke-8 sudah lunas, maka tidak ada sistem penalti di sistem KPR syariah. Penalti itu adalah RIBA. Bahkan, terdapat sistem diskon yang nilainya dikeluarkan saat terjadi pelunasan cicilan.

Sistem Asuransi

  • KPR Syariah tidak terdapat asuransi
  • KPR Bank Syariah terdapat asuransi
  • KPR Bank konvensional ada asuransi

Di Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah tidak menggunakan asuransi apapun. Kenapa? Alasannya adalah asuransi hukumnya haram dan di dalamnya terdapat riba, maysir, ghoror, dan lain sebagainya.

Sistem BI Checking (Bankable)

  • Pada kredit pemilikan rumah (KPR) syariah tidak terdapat BI Checking (Bankable)
  • KPR Bank Syariah terdapat BI Checking (Bankable)
  • KPR Bank Konvensional terdapat BI Checking (Bankable)

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah meniadakan BI Checking (bankable) sehingga begitu memudahkan bagi calon pembeli rumah.

Ada kesulitan yang akan dialami oleh calon pembeli jika menggunakan sistem BI Checking, yaitu:

Karyawan Kontrak

Jika ingin lolos dalam BI Checking pada umumnya minimal harus karyawan tetap. Apabila statusnya masih karyawan kontrak, maka akan kesulitan melakukan pembelian rumah lewat bank.

Pedagang / Pengusaha Kecil

Ada syarat lain yang umumnya meloloskan seseorang dari BI Checking yaitu apabila berstatus pengusaha maka harus memiliki izin usaha dan juga laporan keuangan.

Hal ini tentu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi pedagang kecil yang belum memiliki sistem usaha yang mapan, seperti PKL, UKM, dan lain sebagainya.

Usia Lanjut

Bagi calon pembeli yang sudah berusia senja (di atas 50 tahun) akan kesulitan jika ingin membeli rumah via bank. Hal ini karena ada batasan usia produktif untuk pembelian rumah.

===============

Itulah penjelasan mendetail tentang perbedaan mendasar antara KPR Syariah, KPR Bank Syariah, maupun KPR Bank Konvensional. Semoga Anda dapat mempertimbangkan dengan baik mana sistem yang lebih menguntungkan jika ingin melakukan pembelian rumah dengan KPR.

Referensi Tambahan: www.perumnas.co.id

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak ditampilkan.

  • Ganti Mata Uang

  • Setel ulang kata sandi

  • Pencarian Properti

    IDR 0 hingga IDR 50.000.000.000

    Opsi Pencarian Lebih Lanjut
  • Kalkulator Cicilan

Bandingkan Listing